Providing End-to-End Integrated Coal Mining Services

Subsidiary Servo Lintas Raya

PT.SERVO LINTAS RAYA

PT Servo Lintas Raya (SLR), a SMS subsidiary, provides coal hauling services from coal collection points at the various mine sites to a coal barge loading jetty. Coal will be transported using a dedicated fleet of dump trucks on a specially constructed and solely owned coal hauling roads, thus ensuring a smooth and safe coal haul operation.

PT Servo Lintas Raya (SLR), anak perusahaan SMS, menyediakan jasa pengangkutan batu bara dari tempat pengumpulan batu bara dari berbagai lokasi tambang batu bara ke dermaga muat tongkang batu bara. Batu bara akan diangkut dengan armada dump truck melalui jalan yang dibangun khusus dan dimiliki sendiri, sehingga memastikan operasi pengangkutan batu bara dapat berlangsung lancar dan aman.


Road maintenance works were carried out to support smooth and safe coal transportation.

Pemeliharaan jalan dilakukan untuk menjamin kelancaran dan keselamatan transportasi batu bara.


The construction of haul road will consist of gravel and soil in order to cut the project period and the cost.

Konstruksi jalan angkutan menggunakan gravel dan tanah untuk menghemat waktu dan biaya.



Construction of the first stage coal hauling road was started in October 2008 connecting the mines in Lahat and Muara Enim regencies with the coal barge terminal at Muara Lematang, Musi River. The planned second phase construction, consisting of a 91 kilometer road, links the first-stage road with the coal barge terminal at Tanjung Lago, Banyuasin River. This road will also serves the coal mines in Banyuasin regency. With a width of 15 meters, the haul roads will be able to support the transport of 50 million tons of coal annually by the fourth or fifth year of operations. Using trucks with 100-ton capacity, coal producers will be able to both cut transportation costs and stablize hauling costs. Pembangunan jalan angkutan batu bara tahap pertama telah dimulai Oktober 2008 menghubungkan tambangtambang di Kabupaten Lahat dan Muara Enim dengan pelabuhan muat batu bara di Muara Lematang, Sungai Musi. Pembangunan jalan angkutan tahap kedua sepanjang 91 kilometer, menghubungkan jalan angkutan tahap pertama ke pelabuhan muat batu bara di Tanjung Lago, Sungai Banyuasin. Jalan tersebut juga akan menghubungkan tambang-tambang batu bara di Kabupaten Banyuasin. Jalan dibangun dengan lebar 15 meter sehingga dapat mendukung transportasi batu bara kapasitas 50 juta ton per tahun pada tahun keempat atau kelima. Dengan penggunaan truk berkapasitas 100 ton, maka biaya transportasi batu bara menjadi lebih efisien.